Kategori
Performance Marketing

Apa itu FB Ads? Ini Cara Kerja dan Manfaatnya untuk Bisnis

Kamu ingin tahu apa itu FB Ads dan apa saja manfaatnya untuk bisnis? Tenang, kamu sedang membaca artikel yang tepat! Di sini, kamu akan mengetahui segala hal tentang iklan FB mulai dari pengertian, cara kerja, hingga semua manfaatnya. Baca sampai akhir untuk menguasai teknik beriklan di Facebook!

Apa itu FB Ads?

FB Ads adalah sebuah platform pemasangan iklan di Facebook, salah satu media sosial terbesar di dunia, di mana popularitas Facebook telah menjadi kolam pemasaran yang sangat menarik dari kacamata marketer

Itulah sebabnya iklan Facebook menjadi salah satu senjata andalan dalam digital marketing. Agar lebih memahami apa itu FB Ads, kamu harus mengetahui hubungan antara Facebook, Instagram, dan WhatsApp. 

Ketiga platform tersebut termasuk dalam jajaran sosial media terpopuler di bawah induk perusahaan Meta. Sejak berdirinya Meta, Facebook Ads pun berubah nama menjadi Meta Ads.

Jadi, kamu tidak perlu bingung saat menemukan istilah Facebook Ads dan Meta Ads. Facebook Ads adalah istilah yang merujuk secara khusus pada iklan Facebook. Sedangkan Meta Ads meliputi Facebook, Instagram, dan WhatsApp sekaligus.

Melansir dari situs resminya, sampai saat ini terdapat 1,6 miliar orang yang terhubung dengan bisnis kecil di Facebook. Angka sebesar ini tentu saja menjadi lahan pemasaran yang sangat menjanjikan.

Cara Kerja FB Ads

Setelah memahami apa itu FB Ads, sekarang waktunya untuk melompat ke hal-hal teknis. Bagaimana iklan Facebook bekerja hingga menghasilkan keuntungan yang begitu besar untuk pengiklan? Simak jawaban detailnya di bawah ini:

1. Objektif Iklan

Agar hasilnya memuaskan, iklan kamu harus mempunyai objektif yang spesifik. Meta Business Help Centre membagi objektif Ads ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Awareness: Mempopulerkan brand atau produk yang ideal untuk bisnis baru.
  • Traffic: Mendatangkan pengunjung ke lapak marketplace, website, toko online, atau destinasi lainnya.
  • Engagement: Membangun keterikatan dengan konsumen.
  • Leads: Mengumpulkan prospek ke brand dengan pesan teks, panggilan suara, pendaftaran, atau lainnya.
  • App Promotion: Mengarahkan pengguna mobile untuk menginstal atau melakukan sesuatu dengan aplikasi tertentu.
  • Sales: Meningkatkan penjualan dengan menargetkan pengguna yang profilnya relevan.

Objektif yang kamu pilih akan berpengaruh pada langkah-langkah selanjutnya. Jadi, pilihlah dengan seksama agar iklanmu membuahkan hasil maksimal.

2. Target Audiens

Kamu harus menentukan target audiens iklan sejak awal. Masih dari sumber resmi Facebook tentang apa itu FB Ads, target audiens secara garis besar terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Core Audiences: Target audiens utama berdasarkan lokasi, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lain sebagainya.
  • Custom Audiences: Terhubung dengan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan bisnis kamu, baik online maupun offline.
  • Lookalike Audiences: Menjangkau pengguna yang memiliki ketertarikan yang sama dengan konsumen kamu.

Ketika memilih target audiens dan objektif yang tepat, maka kamu akan lebih mudah dalam merancang strategi konten iklan.

3. Penempatan Ads

Agar hasilnya memuaskan, kamu harus memilih posisi iklan yang strategis. Misalnya teks bertuliskan apa itu FB Ads di halaman utama dengan tautan ke artikel blog. Beberapa space iklan di Facebook yang bisa kamu pilih adalah:

  • Kabar beranda
  • Marketplace
  • Kabar video
  • Kolom kanan
  • Stories
  • Video streaming
  • Pencarian
  • Pesan
  • Artikel instan
  • Aplikasi eksternal

Setiap space memiliki ukuran dimensi yang bervariasi. Jadi, pilihlah dengan teliti sesuai target dan kebutuhan pemasaran.

4. Budget Iklan

Kamu salah besar jika mengira bahwa beriklan di Facebook itu mahal. Pada dasarnya, kamu bisa memasang iklan dengan budget berapapun. Bahkan kamu bisa membeli iklan seharga secangkir kopi!

Facebook menggunakan sistem lelang dalam budgeting iklan. Artinya, iklanmu akan tampil sesuai budget yang sudah kamu atur dan tidak akan lebih dari itu. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir pengeluaran untuk pemasaran di Facebook akan membengkak.

5. Format Media

Facebook menyediakan 8 format media yang bisa kamu pakai untuk beriklan. Selain model teks seperti pada contoh iklan apa itu FB Ads di poin 3, Facebook menyediakan banyak format lain yaitu:

  • Foto
  • Video
  • Stories
  • Pesan Messenger
  • Carousel
  • Slideshow
  • Koleksi
  • Playables

Pilihlah media yang tepat sesuai jenis konten dan informasi yang ingin kamu buat.

Manfaat FB Ads untuk Bisnis

Bagi para pebisnis, FB Ads merupakan salah satu cara berpromosi yang paling bisa diandalkan. Beberapa manfaat FB Ads yang telah banyak orang buktikan adalah:

1. Menjangkau Audiens Lebih Luas

Per kuartal ketiga 2022, Statista melaporkan jumlah pengguna aktif harian Facebook mencapai 1,98 miliar. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan media sosial lainnya. 

Oleh karena itu, target audiens iklan di Facebook adalah yang paling besar. Walaupun penggunanya banyak, kamu bisa mempersempit target berdasarkan umur, jenis kelamin, lokasi, dan lain-lain. Iklan kamu pun bisa menjangkau lebih banyak orang dengan peluang konversi yang lebih besar.

2. Mendukung Bisnis B2B Maupun B2C

Apakah Facebook Ads termasuk B2B atau B2C? Jawabannya adalah keduanya. Baik untuk Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C), iklan Facebook akan membantumu meraih tujuan bisnis. 

Faktanya, pengguna Facebook terdiri dari miliaran individu yang siap menggunakan produk kamu. Lebih dari itu, terdapat 200 juta halaman bisnis yang siap menjadi target iklan B2B.

3. Format Iklan Fleksibel

Beriklan di Facebook sangat jauh dari kesan kaku. Dari segi penempatan maupun format, kamu mempunyai ruang leluasa untuk berkreasi. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan iklan Facebook yang membuat brand tampil lebih persuasif dalam iklan.

4. Mendatangkan Traffic Langsung ke Website Kamu

Kalau iklan kamu bertujuan untuk mendatangkan traffic, maka Facebook adalah pilihan terbaik. Nyatanya, Facebook menyediakan opsi Traffic dalam daftar objektif. Jadi, kamu bisa membuat iklan untuk mengundang audiens ke website kamu.

Contohnya seperti yang kita bahas di atas. Pasang iklan dengan teks dan ilustrasi bertajuk apa itu FB Ads dengan link ke halaman website kamu. Setiap pengguna yang klik iklan akan langsung diarahkan ke website dan terhitung sebagai visitor.

5. Facebook Pixel

Facebook Pixel adalah sepotong kode kecil yang bisa kamu pasang di website. Kode ini bekerja dengan cara mengevaluasi profil dan aktivitas pengunjung website. Misalnya, halaman mana yang mereka kunjungi dan produk mana yang mereka beli. Data ini bisa kamu gunakan untuk optimasi iklan.

6. Custom CTA

Dalam digital marketing, Call to Action (CTA) adalah puncak persuasi berupa ajakan atau arahan untuk melakukan sesuatu. Menariknya, Facebook mendukung kustomisasi CTA pada platform iklan mereka. Jadi, kamu bisa memilih CTA terbaik sesuai objektif dan target audiens kamu.

Pada contoh “apa itu Iklan  Ads”, kamu bisa memasang CTA berupa teks bertuliskan Learn More.

Sudah Paham Apa itu FB Ads? Mulai Beriklan Sekarang!

Sejauh ini, kamu sudah memahami apa itu FB Ads, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya untuk bisnis. Kalau kamu ingin bisnis kamu berkembang, maka Iklan FB adalah salah satu strategi terbaik yang wajib kamu coba. Pasang iklanmu, analisa performa iklan dan buktikan ampuhnya iklan media sosial satu ini untuk bisnis!

Dapatkan informasi seputar performance marketing lainnya hanya di Virus Media.

Kategori
Performance Marketing

Pengertian Performance Marketing dan Manfaatnya untuk Bisnis

Apa itu Performance Marketing ? – Dalam dunia bisnis, perbincangan mengenai pemasaran digital sering terdengar. Namun, ada yang masih kurang mendapat perhatian, yaitu metode performance marketing. Berbeda dengan iklan konvensional, metode ini memungkinkan kamu untuk membayar iklan apabila tujuan bisnis sudah tercapai.

Melalui artikel ini, kamu akan mendapat pemahaman lebih lanjut terkait pengertian, manfaat, cara kerja, sampai tips sukses menjalankan pemasaran berbasis performa. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Performance Marketing?

Performance marketing adalah bagian dari digital marketing yang pembayaran biaya iklannya dipengaruhi oleh hasil atau iklan berbasis performa, sehingga kamu hanya perlu membayar biaya iklan apabila telah mencapai tujuan yang diinginkan. 

Misalnya, bisa berupa jumlah klik, penjualan produk, maupun prospek tertentu. Pengiklan hanya akan membayar iklan berdasarkan kinerjanya. Contohnya, diukur berdasarkan jumlah penayangan, klik, penjualan, dan sebagainya. Jadi, kamu tidak akan membuang biaya iklan secara cuma-cuma.

Melalui metode ini, kamu akan lebih bebas untuk mengukur kesuksesan iklan tersebut. Selain itu, kamu bisa lebih leluasa untuk memilih target audiens serta biaya yang ingin dikeluarkan.

Barangkali kamu masih berpikir, apa bedanya performance marketing dan digital marketing. Keduanya berbeda, karen digital marketing adalah strategi pemasaran produk atau jasa yang memanfaatkan media digital atau cara kerjanya membutuhkan bantuan internet.

Manfaat Performance Marketing untuk Bisnis

Berikut ini manfaat pemasaran berbasis performa untuk bisnis yang akan kamu peroleh, yaitu:

1. Bayar Sesuai Kinerja

Jika menggunakan metode performance marketing, kamu hanya perlu membayar biaya iklan sesuai dengan kinerja atau performa. Sehingga, seandainya iklan tidak mencapai target kamu tidak perlu membayarnya.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan iklan konvensional yang mengharuskan pengiklan membayar di muka tidak peduli bagaimana hasil atau kinerja iklan. Karena itu, tidak heran jika banyak pebisnis mengeluarkan biaya terlalu banyak untuk iklan, tapi hasilnya kurang menguntungkan.

2. Hemat Biaya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pengiklan mengeluarkan uang yang sepadan dengan performa iklan. Sehingga, kamu dapat menghemat budget marketing.

Meskipun demikian, kamu tidak perlu khawatir akan rugi. Sebab, hasil yang tercapai akan sepadan dengan uang yang kamu keluarkan. Artinya, kamu tidak akan membuang banyak biaya untuk suatu hal yang tidak mempengaruhi pertumbuhan bisnis.

Tentu saja keadaan tersebut adalah keinginan para pebisnis, di mana mengeluarkan uang sedikit mungkin dan mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, metode iklan ini sangat menguntungkan bagi bisnis yang sedang kamu kelola.

3. Performa Terukur

Tak hanya hemat biaya, namun performa iklan juga jauh lebih terukur. Kamu bisa memantau data performa dari iklan yang digunakan. Misalnya, jumlah orang yang melihat penayangan iklan, jumlah klik, dan hasil penjualan produk dari iklan tersebut.

Karena performa bisa terukur, kamu dapat melakukan evaluasi terhadap iklan yang sudah tayang. Sehingga, kamu bisa memperbaiki kekurangan dari iklan yang sebelumnya.

4. Memperluas Jangkauan Brand

Performance marketing adalah salah satu bagian dari digital marketing. Artinya, metode tersebut berbasis digital atau online. Dunia digital sangat efektif digunakan untuk menyebarkan informasi termasuk pemasaran produk. Hanya dengan sekali iklan saja, kamu bisa menjangkau puluhan atau ribuan orang. 

Maka dari itu, kamu bisa menjangkau audiens seluas-luasnya tidak terbatas ruang dan waktu. Sehingga, akan semakin bertambah orang yang mengetahui brand bisnis milikmu.

5. Memantau ROI Lebih Mudah

Manfaat lain dari pemasaran berbasis performa, kamu bisa memantau ROI (return on investment) atau pengembalian investasi secara real time. Misalnya, saat pengguna mengklik iklan atau melakukan tindakan yang kamu harapkan, artinya tujuan iklan yang ingin kamu capai sudah terpenuhi.

Cara Kerja Performance Marketing

Setelah mengetahui manfaatnya, berikut cara kerja dari performance marketing yang perlu kamu ketahui: 

1. Retailer atau Advertiser

Pihak atau grup pertama yang wajib ada agar pemasaran berbasis performa dapat berjalan yaitu retailer atau advertiser. Mereka adalah orang yang ingin mempromosikan produknya melalui affiliate partner atau bisa disebut sebagai pengiklan.

2. Affiliate

Selain pengiklan, ada juga pihak yang akan mempromosikan produk atau jasa dari retailer. Pihak ini disebut sebagai affiliate atau publisher yang bisa berupa media sosial, seperti Instagram milik influencer atau blog review produk. 

3. Affiliate Network

Grup ketiga ada affiliate network. Sebagai media penghubung antara pengiklan dengan affiliate, kehadiran affiliate network sangat penting. 

4. Affiliate Manager

Terakhir, cara kerja performance marketing dapat berjalan karena ada yang namanya affiliate manager. Grup ini bertugas untuk menyediakan semua kebutuhan advertiser maupun affiliate. Biasanya berbentuk perusahaan ataupun agensi.

Tips Sukses Menjalankan Performance Marketing

Supaya performance marketing dapat optimal, berikut tips sukses menjalankannya atau strategi yang perlu kamu pahami, yaitu:

1. Cost Per Click (CPC)

Pertama, gunakan strategi cost per click (CPC). Sehingga, kamu hanya perlu membayar affiliate apabila ada pengguna yang mengklik iklan tersebut. Oleh karena itu, CPC merupakan cara terbaik untuk memaksimalkan kunjungan ke website bisnis atau toko online milikmu.

2. Cost Per Impression (CPM)

Selain membayar berdasarkan klik, kamu bisa memilih strategi CPM atau cost per impression. Sebagai pengiklan kamu perlu membayar biaya per penayangan iklan. Umumnya, pembayaran dilakukan per 1000 kali penayangan iklan. 

Misalnya, pengguna yang menonton iklan sebanyak 30.000 orang. Maka, kamu harus membayar biaya dasar iklan dikalikan 30.  

3. Cost Per Sales (CPS)

Selanjutnya, masih ada cost per sales (CPS). Cara ini mengharuskan kamu membayar biaya iklan apabila ada penjualan produk yang berasal dari iklan tersebut. Maka, kamu tidak akan rugi jika menggunakan strategi cost per sales.

4. Cost Per Leads (CPL)

Tips sukses menjalankan performance marketing berikutnya yaitu cost per leads (CPL). Ketika menggunakan strategi CPL, kamu hanya akan membayar apabila terdapat lead baru. Maksud dari lead baru yaitu jika pengguna mengisi data diri seperti nomor telepon, email, dan sebagainya.

Selain itu, ada juga pengguna yang melakukan tindakan mendaftar untuk suatu hal. Misalnya, berlangganan buletin email. Sehingga, kamu bisa menindaklanjuti para pengguna atau mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

5. Cost Per Acquisition (CPA)

Tenang saja, kamu masih bisa menggunakan strategi cost per acquisition (CPA). Cost per acquisition mengharuskan kamu membayar iklan jika terjadi tindakan tertentu dari pengguna yang kamu harapkan. 

Mirip dengan CPS dan CPL, hanya saja CPA sifatnya lebih umum. Misalnya, bila pengguna melakukan pengisian formulir, mengunjungi website, membagikan kontak, dan sebagainya.

Siap Gunakan Performance Marketing untuk Bisnis?

Itulah penjelasan mengenai pengertian apa itu performance marketing, manfaat, cara kerja, serta tips sukses menjalankan performance marketing yang wajib kamu ketahui. Iklan berbasis performa ini merupakan metode yang efektif untuk mengembangkan bisnis.Selain hasil yang terukur, kamu bisa menghemat biaya iklan. Sehingga, kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk tindakan yang tidak berpengaruh terhadap penjualan produk. Di samping itu, jangkauan brand milikmu akan semakin luas jika menggunakan iklan berbasis performa. Sap mencoba?

Dapatkan informasi seputar performance marketing lainnya hanya di Virus Media.